Di tengah era digital yang terus berkembang, DPMPTSP Tanah Bumbu mengambil langkah maju dengan memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi sebuah komitmen nyata untuk menghadirkan layanan cepat, akurat, dan transparan bagi seluruh masyarakat dan investor yang berinteraksi dengan pemerintah daerah.
Sistem AI yang diterapkan mampu menganalisis dokumen perizinan secara real-time, memprediksi antrean, dan memberikan rekomendasi cerdas kepada petugas. Hal ini berarti proses pengajuan izin yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa diproses lebih efisien, meminimalkan kesalahan manual, dan mengurangi beban kerja pegawai.
“Kehadiran teknologi AI membawa kita ke era baru pelayanan publik. Masyarakat kini dapat menikmati proses perizinan yang lebih cepat dan transparan, sementara pegawai dapat fokus pada hal-hal strategis yang membutuhkan sentuhan manusia,” ujar Kepala DPMPTSP Tanah Bumbu, menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan manusia dalam pelayanan publik.
Tak hanya itu, AI juga dimanfaatkan untuk memantau laporan penanaman modal, menilai tren investasi, dan menyiapkan analisis data yang mendalam. Hal ini memungkinkan pemerintah daerah mengambil keputusan yang lebih tepat dan berbasis data, sehingga setiap langkah strategis dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Rencana ke depan, DPMPTSP Tanah Bumbu menargetkan integrasi penuh AI pada seluruh layanan digital, termasuk sistem Online Single Submission (OSS) yang memudahkan investor dalam mengurus izin secara daring. Dengan implementasi ini, diharapkan bukan hanya kecepatan layanan yang meningkat, tetapi juga kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Tanah Bumbu semakin tinggi.
Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah mampu beradaptasi dengan teknologi modern, menghadirkan layanan publik yang lebih responsif, dan membuka jalan bagi pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. DPMPTSP Tanah Bumbu membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar slogan, tetapi nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.